PELESTARIAN TRADISI LISAN HAHIWANG PADA GENERASI MUDA MASYARAKAT KRUI, PESISIR BARAT, LAMPUNG
Keywords:
Generasi Muda, Hahiwang, Maestro, TokohAbstract
Hahiwang, sebuah ratapan yang dilantunkan dalam nyanyian, merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Provinsi Lampung. Tradisi ratapan ini kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda Krui. Untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah memiliki sejarah yang sangat panjang di masyarakat Pesisir Barat, Lampung perlu dilakukan upaya agar budaya leluhur ini tidak hilang dan dilupakan. Langkah awal yang dilakukan adalah menjalin mitra, yaitu bekerja sama dengan Dewan Kesenian Pesisir Barat, Lampung agar dapat mengetahui persoalan yang ada di lapangan. Kedua, menjalin kerja sama dengan pelaku Hahiwang (Maestro) untuk mengetahui gambaran tradisi Hahiwang itu sendiri serta persoalan yang dihadapinya, kemudian menjalin kerjasama dengan para pemangku adat Pesisir Barat sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pelestarian budaya di Pesisir Barat. Dari sanalah, ditemukan suatu gambaran bagaimana agar Hahiwang ini bisa terus lestari, yaitu dengan mengadakan pelatihan atau pelatihan ke generasi muda Lampung. Selain itu, upaya mengenalkan tradisi Hahiwang ini harus dilakukan dalam bentuk digitalisasi film dokumenter dan siniar (podcast) agar masyarakat luas (di luar Lampung) dapat mengenal tradisi ratapan ini. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, maestro (pelaku tradisi), akademisi, dan generasi muda harus terus dijalin untuk menjaga eksistensi Hahiwang di tanah kelahirannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Novita Safitri Anggraeni, Annisa Salma Putri, Choirunnisa Nur Fitria, Nindita Utami Dewanti, Zahra Raudhatul Jannah, Daniel Hariman Jacob (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.