PERTUNJUKAN BONEKA CERITA MALIN KUNDANGSEBAGAI MEDIA PENGENALAN KEARIFAN LOKALBAGI ANAK PENGUNGSI SUDAN DAN SOMALIA
Keywords:
Kearifan lokal, Malin Kundang, Panggung Boneka, RefugeeAbstract
Tulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan kearifan lokal melalui pertunjukan panggung boneka cerita Malin Kundang bagi anak pengungsi Sudan dan Somalia. Pemilihan Cerita Malin Kundang sebagai media pengenalan kearifan lokal dikarenakan cerita ini mengandung nilai penghormatan bagi orang tua. Dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia kepada para pengungsi asing, Universitas Kristen Indonesia mengadakan kerjasama Tridharma PT dengan Yayasan Yayasan Jesuit Refugee Service Indonesia yang tertuang dalam MoU No. 19/MoU/UKI.R/HKP.06.00/2024. Sebanyak 20 anak pengungsi bergabung dalam kegiatan pelayanan ini. Setelah pertunjukan panggung boneka Malin Kundang selesai, para pengungsi beserta kakak pendamping dan dosen mengadakan sesi diskusi terkait cerita tersebut. Diskusi ini bersifat interaktif dua arah sehingga peserta dipastikan memahami makna dan bentuk nyata yang dapat mereka lakukan untuk menghormati orang tua mereka. Guna memetakan pemahaman mereka terkait nilai kearifan lokal yang terkandung dalam cerita ini, kuesioner dibagikan kepada para peserta. Kuesioner mencakup tentang pendapat mereka mengenai cerita, motivasi untuk menghormati orang tua, apakah cerita ini menambah wawasan mereka mengenai budaya Indonesia, apakah kegiatan ini penting dan bermanfaat, dan apa harapan mereka terkait kegiatan ini. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman para anak pengungsi terkait nilai penghormatan kepada orang tua dapat dilakukan dengan cara mematuhi nasihat yang diberikan orang tua tentang pekerjaan rumah, menghentikan kebiasaan buruk dan membantu orang tua mereka. Analisis juga menunjukkan bahwa peserta memiliki sikap yang positif terhadap kegiatan ini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Devi Melisa Saragi, Susanne A.H. Sitohang, Jannes Freddy Pardede, Marisya Befte Gulo, Selaras Wati Luahambowo, Febrimarini Sinulingga (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.